Kamis, 17 April 2014

5 Cara Sederhana Menepis Serangan Kanker



Serangan Kanker Dapat Ditepis dengan 5 Cara Sederhana

Kanker Payudara
Sebagai salah satu penyakit berkarakter ganas, kanker menjadi momok bagi banyak orang. Beberapa pasien kanker memang dapat disembuhkan dan kembali sehat. Namun, tak jarang juga yang terrenggut nyawanya. Meski ganas, kanker dapat dicegah lho.

"Bukan berarti kanker tak dapat dihindari. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker," terang Dr Otis Brawley, direktur medis American Cancer Society, yang juga ahli kanker kenamaan dunia.

Tidak ingin kanker mendatangi Anda? Inilah lima langkah untuk meminimalisasi risiko kanker, seperti dikutip dari CNN, Kamis (17/4/2014).


1. Jangan menggunakan produk tembakau.


"Jika Anda merokok, maka berhentilah. Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok," ujar Dr Brawley Menurutnya, seseorang yang berhenti merokok akan segera mendapat manfaat sehat, meski puasa rokok yang ia lakoni baru berlangsung selama 24 jam. 

2. Menjaga tubuh tetap ramping tetapi tidak kurang dari normal.


Semua orang, berapa pun usianya, harus menghindari bobot tubuh yang berlebih. Agar ramping tetapi sehat, diet perlu dijaga dengan membatasi makanan dan minuman berkalori tinggi, memperbanyak makanan berbasis tumbuhan, makan dan minum dalam jumlah cukup, dan membatasi daging merah serta daging olahan. 

3. Olahraga teratur.

Orang dewasa dianjurkan untuk melakukan olahraga sedang selama 150 menit atau olahraga berat selama 75 menit, per minggu. Bagi anak-anak, dianjurkan untuk melakukan olahraga sedang atau berat selama satu jam setiap hari, dengan olahraga berat minimal tiga hari dalam satu minggu. Demikian menurut penuturan Dr Brawley. Pengarang buku "How We Do Harm: A Doctor Breaks Ranks About Being Sick in America" itu juga menganjurkan untuk mengurangi kebiasaan sedentari.

"Batasi kebiasaan sedentari seperti duduk, berbaring, menonton televisi, dan berbagai macam hiburan berbasis layar yang lainnya."

4. Mendapat vaksin.

Beberapa jenis kanker disebabkan oleh infeksi yang sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin HPV yang biasanya diberikan pada perempuan, misalnya. Vaksin tersebut diyakini dapat mencegah infeksi virus penyebab kanker serviks. Beberapa bukti lain menunjukkan bahwa vaksin tersebut juga dapat mencegah beberapa jenis kanker kepala dan leher.

5. Menghindari terlalu banyak paparan sinar matahari.


Untuk menghindari paparan sinar ultraviolet berlebih, ujar Dr Brawley, kenakan baju berlengan panjang, celana panjang, serta topi bertepi lebar jika memungkinkan. Tabir surya juga sesekali diperlukan untuk menepis paparan sinar berlebih. Menurutnya, langkah tersebut akan mengurangi risiko serangan kanker kulit.

Pentingnya Ajak Suami Saat Periksa Kanker Payudara



Ini Pentingnya Ajak Suami Saat Periksa Kanker Payudara


Kanker Payudara
Kanker payudara memang penyakit pembunuh wanita nomor satu di dunia. Dokter dan ahli kesehatan pun sudah berulang kali mengatakan pentingnya skrining kanker payudara sejak dini. Dan jangan lupa, ajak serta suami ketika melakukan skrining. Untuk apa?

"Supaya suaminya tahu si istrinya sakit apa, biaya berobatnya berapa, lalu kondisi istrinya bagaimana, dan langkah apa yang seharusnya dilakukan," papar dr Rahmi Alfiah Nur Alam, SpRad dari RS Puri Indah dalam perbincangannya dengan detikHealth di Plaza Senayan, Senayan, Jakarta Selatan, seperti ditulis Kamis (17/4/2014).

dr Rahmi menambahkan bahwa selain untuk mengetahui kondisi istri, kehadiran suami tentunya akan memberikan dukungan moril yang sangat besar. Terutama jika ternyata kasusnya membutuhkan operasi pengangkatan payudara.

"Sebelum diangkat atau dioperasi itu kan harus dibicarakan baik-baik dulu dengan suami. Apa boleh, atau sebaiknya bagaimana. Suami harus siap karena biasanya, setelah operasi para istri akan kehilangan gairah seks," sambung dr Rahmi lagi.

Dr Cahyo Novianto, M.Si.Med, SpB-Onk juga dari RSPI menambahkan bahwa dirinya selaku dokter bedah onkologi selalu memanggil suami pasien untuk diminta persetujuan. Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar kerukunan rumah tangga pasien terjaga.

"Karena kalau operasi kan diangkat semua itu satu payudaranya. Kalau hilang, otomatis gairah menurun. Suami diabaikan. Lama-lama nanti di cari istri lain. Itu yang ingin kita hindari, ha ha ha," papar dr Cahyo sambil terkekeh.